Senin, 27 April 2015

Asal Nama Ibukota Kalimantan Tengah

29JUL

Sebagai pemuda asli Palangka Raya,ada baiknya aku mesti mengetahui asal mula pemberian nama “Palangka Raya” di ibukota Kalimantan Tengah.Setelah tanya tanya,cari cari,akhirnya ku temukan sejarah pemberian nama tersebut.Berikut ulasan terlengkapnya :
Ihwal pemilihan Tempat dan Nama ibukota Provinsi kalimantan Tengah
P E N G A N T A R
Naskah artikel bertajuk seperti tersebut di atas memenuhi permintaan Kepala Biro HUMAS Setda Kalimantan Tengah tentang penulisan name Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah. Dibuat agak panjang karena berpendapat, kalau dibuat singkat dan sepotong-sepotong kurang dipahami oleh generasi muda mendatang. Penulisan Nama Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah itu sendiri adalah Palangka Raya.
Naskah artikel tersebut diserahkan kepada Kepala Biro HUMAS waktu itu adalah Saudara Drs. Harun Al Rasyid pada tanggal 23 Juni 2003 – yakni ± 6,5 tahun silam – “diangkat kembali” untuk diketahui oleh Sidang Pembaca.
I. KEDUDUKAN IBUKOTA KALIMANTAN TENGAH
1. Pemilihan Tempat Bakal Ibukota

Adanya “suara-suara” yang menghendaki Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah dimana warga masyarakat dari Kabupaten Barito menghendaki Muara Teweh atau Buntok, dart Kabupaten Kapuas minta agar Kuala Kapuas atau Pulang Pisau dan warga Kabupaten Kotawaringin menghendaki Sampit atau Pangkalan Bun. Karena adanya permintaan dan perbedaan, untuk mengatasinya maka Gubernur Pembentuk Provinsi Kalimantan Tengah R.T.A. Milono mengambil suatu kebijaksanaan membentuk suatu Panitia untuk mencari tempat yang pantas dan dapat diterima oleh sebagian besar Masyarakat Kalimantan Tengah.

Awal Januari 1957 terbentuklah Panitia dimaksud terdiri dari :
a) M. Mahar, Ketua Kongres Rakyat Kalimantan Tengah sebagai Ketua merangkap Anggota.
b) Tjilik Riwut, Residen pada Kementerian Dalam Negeri dpb pada Gubernur Pembentuk Provinsi Kalimantan Tengah.
c) G. Obus, Bupati Kepala Daerah DPB pada Gubernur Pembentuk Provinsi Kalimantan Tengah, sebagai Anggota,
d) E. Kamis, Pensiunan Pamong Praja/Kiai (Wedana) dan Pimpinan PT Sampit Dayak, sebagai Anggota.
e) C. Mihing, Pejabat pada Jawatan Penerangan Provinsi Kalimantan di Banjarmasin sebagai Sekretaris merangkap Anggota, dan sebagai Tenaga Ahli adalah :
– R. Moenasier, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Persiapan Provinsi Kalimantan Tengah,
– Ir D.A.W. van Der Pijl, Pegawai Dinas Pekerjaan Umum Persiapan Provinsi Kalimantan Tengah/Kepala Bagian Gedung-Gedung.
Panitia melaksanakan tugasnya : mengadakan rapat-rapat serta menghubungi tokoh-tokoh Kalimantan Tengah, para pejabat Militer dan Sipil tingkat Kalimantan di Banjarmasin, serta melakukan penelitian di lapangan dengan melaksanakan pertemuan dengan para tokoh masyarakat setempat pada daerah yang menjadi tujuan daripada penelitian.
Pada akhir Februari 1957 telah selesai melaksanakan tugas dan menyampaikan Laporan kepada Gubernur Pembentuk Provinsi Kalimantan Tengah; kesimpulan dari Penelitian yang dilakukan Panitia adalah
Sekitar desa Pahandut, di Kampung Bukit Jekan dan sekitar Bukit Tangkiling ditetapkan untuk calon Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah.
Bahwa kesimpulan dan merupakan usul ditetapkannya calon Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah telah memenuhi kriteria yang digariskan sebagai tugas Panitia, dan dilengkapi lagi dengan lain-lain alasan dipandang dari segi politik, ekonomi, pertahanan dan psikologis. Hasil kerja Panitia tersebut diterima baik oleh Gubernur R.T.A. Milono dan untuk seterusnya disampaikan kepada Pemerintah Pusat c.q. Menteri Dalam Negeri dan mendapat persetujuan sepenuhnya oleh Pemerintah Pusat, yakni :
Bahwa lokasi sekitar desa Pahandut antara Kampung Bukit Jekan dan Bu¬kit Tangkiling ditetapkan untuk calon Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah.
Sedangkan untuk namanya ― nama Ibukota itu nantinya ― masih harus dicari dan digali yang sesuai dengan maksud dan tujuan daripada pembangunan kota tersebut. Untuk itu, Panitia masih diperpanjang “masa kerjanya”, untuk mencari dan merumuskan suatu nama bagi Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah.
Namun untuk sementara, nama Ibukota disebut Pahandut.
Demikianlah pada pasal 2 ayat (1) UUDrt Nomor 10 Tahun 1957 menyatakan : Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah adalah Pahandut; UUDrt Nomor 10 Tahun 1957 berlaku efektif pada 23 Mei 1953.
2. Pemberian Nama Ibukota
Panitia yang masa kerjanya diperpanjang itu, maka pelaksanaan tugasnya selanjutnya menghubungi kemudian melakukan kegiatan berupa, pertemuan/rapat, diskusi dan musyawarah dengan para tokoh masyarakat – baik yang ada di Banjarmasin maupun tokoh-tokoh Masyarakat Kalimantan Tengah dari tiga Kabupaten. Maka tersebutlah sejumlah nama-nama yang telah memberikan masukan serta pemikiran bagi nama Ibukota Kalimantan Tengah. Dalam melaksanakan tugasnya, Panitia bersama-sama para tokoh itu berupaya “menggali” khasanah perbendaharaan baik yang berkenaan dengan nama-mama dalam seni dan budaya, sejarah serta religi daripada Suku Dayak di Kalimantan Tengah.
Adapun mereka, diantaranya B. Baboe, A. Muhir, Damang H.S. Tundjan, M. Ismael, Gani Gandrung, J.R. Lama, J.M. Nahan, Damang Salilah, dan tak kurang pula adalah Tjilik Riwut, Anggota aktif mendampingi Ketua Panitia M. Mahar dalam menuntaskan mencari dan menetapkan nama bagi Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah.
Pada akhir April 1957 Panitia bersama-sama tokoh masyarakat dapat menyelesaikan tugasnya yang sebelumnya telah pula dibekali pemikiran-pemikiran dari R.T.A. Milono, Gubernur Pembentuk Provinsi Kalimantan Tengah. Dengan demikian penetapan nama Ibukota merupakan perpaduan pemikiran baik dari Panitia beserta tokoh-tokoh Masyarakat Kalimantan Tengah dengan pemikiran dari Gubernur Milono.
Pemberian nama Ibukota itu “diangkat” dari Sejarah Tanah Dayak Kalimantan Tengah yakni tentang awal Kejadian Alam Semesta. : Penciptaan Jagat Raya yang dalam Religi Suku Dayak Ngaju Kalimantan Tengah dikenal dengan PANATURAN, merupakan “babon” dalam perjalanan kehidupan Kebudayaan, Hukum Adat, Tata Tertib hidup bermasyarakat untuk berinteraksi timbal balik dalam kaidah yang disebut Belom Bahadat.
Dengan demikian, nama yang dipilih dan ditetapkan itu adalah berasal dari sumber yang sangat mendasar, nama bagi Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah itu adalah PALANGKA RAYA
terdiri dari dua biji kata, yang mempunyai semantik-kata secara anzich, tapi juga mempunyai makna kata masing-masing pula…..
3. Cuplikan
Bahwa Penciptaan Jagat Raya adalah awal serta asal usul dari Karya RANYING HATALLA (Tuhan Yang Maha Esa) yang berkenaan dengan penciptaan manusia, cuplikan :
Disebutkan, nenek moyang berasal dari “alam atas” diturunkan ke bumi. Negeri asal dari alam atas (langit) bernama Lewu Nindan Tarung, sedangkan tempat mula pertama di bumi disebut bernama Lewu Pantai Danum Kalunen.
3.1. Tersebutlah pasangan suami-isteri (pasutri) Manyamei Tunggal Garing Janjahunan Laut – Kameloh Putak Bulau Janjulen Karangan (untuk selanjutnya nama pasutri itu disingkat dan disebut : sang suami Manyamei dan istri disebut Kameloh atau Putir / Putri saja.
Demikianlah pasutri Manyamei dan Putir/Kameloh berputra laki-laki semua kembar tiga, yang tertua bernama Maharaja Sangiang„ yang tengah bernama Maharaja Sangen dan yang bungsu bernama Maharaja Bunu (mengenai nama tiga kembar itu, pihak Majelis Agama Kaharingan, tidak menggunakan Maharaja, tapi Raja Sangiang, Raja Sangen dan Raja Bunu).
3.2. Nenek Moyang. Arkian tersebutlah Maharaja (Raja) Bunu atas ketentuan Ranying Hatalla diturunkan ke bumi (dunia) menjadi nenek moyang manusia (manusia Dayak Kalimantan Tengah). Di Bumi dipilih untuk tempat tinggal Maharaja (Raja) Bunu yakni Bukit Samatuan, dari situlah keturunannya menyebar mengisi muka bumi.
Maharaja Bunu yang diturunkan ke bumi itu memakai kendaraan angkasa yang disebut dengan nama Palangka Bulau Lambayung Nyahu, nelun bulau namburak ije sambang garantung, secara singkat disebut Palangka Bulau saja.
Palangka Bulau dilengkapi dengan muatan bekal baik sarana dan segala keperluan hidup seperti semua perkakas/peralatan bercocok tanam, berburu, perkakas/ peralatan membuat senjata, bibit padi disebut parei-behas, behas parei nyangen tingang pulut lumpung penyang, bibit buah-buahan/tetumbuhan, bibit ternak/satwa.
Parei Behas (Padi Beras) yang merupakan bahan makanan pokok (nasi) sekaligus menjadi tambahan darah daging yang menghidupkan, dan beras (behas) juga dapat digunakan sebagai sarana secara ritual komunikasi (behas tawur).
3.3. Palangka Bulau
3.3.1. Palangka, dalam konteks kendaraan angkasa yang memang atas perintah Ranying Hatalla digunakan untuk “mengantar” Maharaja Bunu ke bumi adalah wahana besar (kendaraan besar), oleh Hardeland dikatakan : “Palangka, ein Gestell, fast in der Form einer Bestell, …ein Gestell vorn in einem Boote …. “ (Dr Aug. Hardeland : Dajack-Deutaches Worterbuch – 1859 halaman 401).
Sebagai wahana angkasa, maka berarti juga Palangka adalah wadah atau tempat, dan itu berarti adalah kata benda yang berdiri sendiri.
3.3.2. Bulau, artinya emas. Dalam Bahasa Dayak Ngaju, emas, intan dan perak adalah logam mulia menjadi harta kekayaan yang tertinggi nilai nya yang disebut panatau panuhan, sedangkan emas, intan dan perak disebut singkat bulau salaka, artinya logam mulia yang sangat berharga yang tinggi nilainya.
Dalam konteks religi Suku Dayak Ngaju, sorga-loka atau sorgawi tempat tinggal terakhir kediaman manusia bersama Ranying Hatalla yang sangat suci, mulia dan besar. Oleh Hanteran digambarkan negeri sorgawi itu sebagai : habusung Intan, habaras Bulau, hakarangan Lamiang, maksudnya bahwa indahnya sorga itu tiada taranya, adanya kehidupan yang suci dan mulia di bawah naungan Ranying Hatalla (Tuhan Yang Maha Suci, Maha-esa dan Maha-kuasa, penuh kedamaian dan penuh Ke Agungan.
Keadaan dan suasana surgawi yang demikian disingkat dan disimpulkan sebagai hal RAYA, sebagaimana disebut oleh Hanteran.
Perkataan (entri) RAYA pada Kamus Dwibahasa Dayak Ngaju – Indonesia disebutkan artinya : besar sekali, akbar (lihat Albert A.Bingan – Offeny A. Ibrahim: Kamus Dwibahasa Dayak Ngaju – Indonesia, cetakan ke-2 halaman 260).
3.3.3. Palangka Bulau = Palangka Raya
Sebagai telah dikemukakan pada ad 3.3.1. dan ad 3.3.2. kiranya dipahami bila para pendiri/pelaku Sejarah Pembentukan Provinsi Kalimantan Tengah, Panitia Mencari Tempat dan Pemberian Nama Ibukota dan arahan pemikiran Gubernur Pembentuk Provinsi Kalimantan Tengah RTA Milono yang menetapkan nama PALANGKA RAYA bagi Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah.
Penulisannya terpisah, bukan digabungkan (bukan ditulis serangkai). Dan Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah Palangka Raya dicantumkan pada pasal 2 ayat (1) UU Nomor 21 Tahun 1958 tentang penetapan UUDrt Nomor 10 Tahun 1957.
Memang pada ayat (1) pasal 2 UU No. 21 Tahun 1958 tertulis Palangkaraya, itu merupakan suatu friksi diuraikan kemudian di bawah nanti.
Dan dari semula penulisan nama Ibukota Kalimantan Tengah Palangka Raya, adalah ditulis terpisah, jadi bukan ditulis serangkai, hal itu dapat disimak dari:
a) Pidato Gubernur Milono pada upacara Perdamaian GMTPS di Pahandut tanggal 18 Mei 1957, antara lain dikatakan “sedangkan ibu kota Provinsi Kalimantan yang mungkin di Pahandut ini, saya robah namanya menjadi “Palangka Raya”, yang berarti Kabinet telah melahirkan ibu kota “Palangka Raya”. Palangka artinya wadah yang suci, yang dijatuhkan dari atas kayangan. Dari itu peliharalah nama yang suci lagi mulia ini”. (Harian Bintang Timur Jakarta edisi 22 Mei 1957, judul berita : Upacara Perdamaian Dengan Sumpah “Tatakrotan”.
Untuk hal yang sama, lihat Tjilik Riwut Kalimantan Memanggil – 1958 halaman 131-132, op Kalimantan Membangun – 1979, halaman 139.
b) Kantor Berita ANTARA memberitakan kunjungan Presiden Soekarno antara lain dimuat di Harian Bintang Timur, Jakarta tanggal 16 Juli 1957 dengan judul Presiden ke Palangka Raya….
II. EJAAN BAHASA INDONESIA
1. Ejaan Soewandi
Menurut catatan sejarah, pada tahun 1901 Ch. Van Ophuijsen menyusun Kitab Logat Melayu, berisi aturan ejaan resmi yang berlaku di Hindia Belanda. Ejaan itu berlalu sampai tahun 1947. Diketahui, di zaman Hindia Belanda, Bahasa Melayu telah diajarkan kepada murid sekolah-sekolah pribumi Indonesia.
Setelah Indonesia Merdeka, perkembangan Bahasa Indonesia telah dua kali mengalami perubahan ejaan, yakni :
(1) Ejaan Soewandi, berlaku Maret 1947, yang paling menonjol perubahan untuk huraf oe menjadi u (kalau menurut ejaan Ophuijsen, “oentoeng” pada ejaan Soewandi menjadi “untung”.
(2) Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD), oleh Presiden ditetapkan berlaku efektif pada, tanggal 16 Agustus 1972. Penyempurnaan meliputi penetapan pemakaian huruf, penulisan kata, penulisan unsur serapan, dan penggunaan tanda baca. Sebenarnya EYD itu dapat dikatakan Ejaan Priyono, karena Dr. Priyon-lah yang memulai menyusunnya, EYD berlaku sepenuhnya di Malaysia, Serawak – Sabah dan Brunai Darus Salam. Pada penulisan yang menonjol adalah dj, tj dan ch misalnya djadi, tjari dan chusus, pada EYD penulisannya menjadi jadi, cari, dan khusus. Jadi pada hakekatnya EYD adalah Ejaan Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu (Indonesia – Malaysia – Brunai Darus Salam). Dalam pelaksanaan EYD tersebut losmudian oleh Menteri P. dan K. RI berturut-turut dikeluarkan masing-masing berupa Pedoman Umum EYD, Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Pedoman Umum tersebut telah dicermatkan pada forum Rapat Kerja Panitia Kerja Sama Kebahasaan tiga negara (Indonesia – Malaysia – Brunai Darus Salam).
2. Pengecualian dan Hal Khusus
2.1. Dalam EYD yang berlaku sejak 16 Agustus 1972, berkenaan pemakaian huruf-huruf (penulisan) dj, tj, dan ch apabila, karena alasan hukum, sejarah, akte maka dikecualikan (ditulis dengan penulisan yang demikian itulah) demikian pula apabila menyangkut hal yang sifatnya khusus sekalipun berkenaan dengan nama kota/ daerah (unsur geografi).
Bila bersangkutan nama sesuatu kota/daerah, sekalipun meliputi lebih dari dua biji kata, namun karena bermakna khusus, maka tidak perlu ditulis serangkai. Hal itu akan dikemukakan berikutnya nanti.
2.2. Beberapa tahun/puluhan tahun yang lalu, Direktorat Agraria Kalimantan Tengah dalam kerangka pelaksanaan pengurusan tanah berkalian dengan pembuatan akte tanah, mengeluarkan ketentuan tempat/kampung/desa dan kota, penulisannya adalah serangkai, misalnya Tumbang Rungan, Sungei Hanyo dan Kuala Kapuas dianjurkan ditulis serangkai, menjadi Tumbangrungan, Sungeihanyo dan Kualakapuas.
3. Terjadinya Friksi
3.1. Dalam hal penulisan baik mulai dibangunnya kota Palangka Raya, nampak terjadi adanya friksi, dalam arti penggeseran fakta atau pengabaian atau yang bermakna, misalnya pada tugu peringatan pemancangan tiang pertama, dalam lempengan batu prasasti terpatri tulisan/penulisan : “perletakan batu pertama pembangunan kota”, padahal faktanya adalah pemancangan tiang pertama, nama yang sejak awal terdiri atas 2 biji kata, pada prasasti ditulis menjadi satu kata (gabungan kata) yakni serangkai “Palangkaraya” yang semestinya Palangka Raya.
3.2. Nama Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah yang dikirim ke Jakarta bagi keperluan penyusunan/pembuatan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1958 itu aslinya ditulis Palangka Raya.
Tapi lagi-lagi terjadi friksi, karena pada Pasal 2 ayat (1) UU Nomor 21 Tahun 1958, penulisan nama. Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah adalah Palangkaraya !
III. ALASAN KHUSUS
1. Nama-Nama Kota Indonesia
Sekalipun EYD memberi pedoman penulisan bagi nama mengenai geografi. (nama kota/daerah), namun tiadalah menafikan apabila nama kota mengandung arti dan makna khusus. Dalam hal yang demikian, salah satu Ibukota Provinsi dari Republik kita adalah Banda Aceh Ibukota Provinsi Aceh Nanggroe Darusalam, penulisannya bukan Bandaaceh !
Adalah merupakan “kebetulan” lahirnya Provinsi Daerah Istimewa Aceh hampir bersamaan dengan lahirnya Provinsi Otonom Kalimantan Tengah. Banda Aceh memang lebih tua dibandingkan dengan Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah Palangka Raya yang dibangun di tengah hutan rimba belantara, yang bagi warga Kalimantan Tengah nama Ibukotanya mempunyai makna khusus berlatar belakangkan sejarahnya, maka penulisannya adalah Palangka Raya.
2. Ternyata Negara Serumpun (Malaysia dan Brunai Dasuasalam) yang ejaannya Bahasa Melayu sama dengan Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD) agaknya punyai alasan khusus, maka nama Ibukota Negaranya memiliki 2-biji kata dan 3-biji kata, tetapi penulisannya tidak digabungkan (tidak serangkai) melainkan: Kuala Lumpur, Ibukota Negara Malaysia/Kerajaan Malaysia,, Bandar Seri Bagawan, Ibukota Kerajaan/Kesultanan Brunai Darussalam.
Di Negara Bagian lingkup Kerajaan Malaysia yang nama ibukotanya terdiri dari 2-biji kata seperti Kuala Trengganu dan Kota Bharu (dapat dilihat dalam buku pariwisata Papineau’s Guide to Kuala Lumpur, Capital of Malaysia, Edisi Ke-9 Oktober 1970).
3. Di Luar Negeri terutama di Negara maju dan telah mantap sekali istilah-istilah geografi, termasuk nama Ibukota dan kota-kota besar/kecil, tetap ada yang tidak ditulis serangkai (gabung-kata) misalnya : (1) Nederland, kedudukan pemerintahannya bernama kota Den Haag (Ibukota Kerajaan adalah Amsterdam), dan masih memiliki 2-kota kecil masing-masing bernama Den Burg dan Den Helder.
Amerika Serikat, Ibukota bernama Washington District Columbia (Washington D.C.), kota dunia New York, itu pada pantai Timur sedangkan di pantai Barat ada kota-kota San Diego, San Jose, San Francisco dan Los Angeles.
Di Amerika Selatan misalnya Buenos Aires (ibukota Negara Argentina , Rio De Janeiro (Negara Brasil; di Benua Asia antara lain New Delhi (Ibukota Republik India), Phnom Penh (Ibukota Kerajaan Kamboja), kota Da Nang di Republik Vietnam); Chiang Mai (kota Pariwisata) di Thailand; kota Luang Prabang (di Negara Laos).
Di Afrika misalnya Addis Abeba (Etiopia), Dar es Salam (Republik Tanzania) Di Benua Australia, terdapat juga kota kecil yang namanya terdiri atas 2 biji kata, diantaranya Iron Knou dan Alice Springs.
IV. KESIMPULAN
1. Berdasarkan latar belakang sejarah, kepercayaan Religi dan Mite (Mythe) tentang ihwal Penciptaan Jagat Raya, maka nama Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah Palangka Raya yang bermakna Wadah/Tempat Yang Suci dan Mulia, penulisannya adalah terpisah, tidak serangkai/tidak digabung-katakan!
2. Pertama, penulisan nama ibukota atau daerah bukan terletak pada kaidah Bahasa, melainkan pada Pedoman EYD, tertulis serangkai nama Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah tercantum pasal 2 ayat (1) UU Nomor 21 Tahun 1958 merupakan friksi. (+++++).
hehehe bagaimana mantaf bukan, jadi bila mana ada yang menanyakan bagaimana penulisan nama ibukota Kalteng maka kita bisa jawab,,,hehe

KEINDAHAN KOTA CANTIK PALANGKA RAYA KALIMANTAN TENGAH

Kota Palangka Raya adalah ibukota dari Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYVH0_n0ousTKV3kUoHNxXV773CEzEU5gyU2s33UVOOoPi5IuURox79hEPnK8cX00fb-VqkaXSMwRSohUtnRBfHtVF69f_TidUTNiKavhGaKgUikQaiq1BCuuXHXUs1EMIYa5ET06xqipV/s1600/22kalteng.jpg 


Palangka Raya sendiri berasal dari kata Palangka dan Raya. Palangka artinya tempat suci, kudus, tempat berdoa sedangkan Raya berarti besar dan megah. Jadi Palangka Raya dapat diartikan sebagai Sebuah Kota (tempat) suci dan mulia yang besar.

Kota ini diresmikan pada tanggal 17 Juli 1957 ditandai dengan peresmian Monumen/Tugu Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah di Pahandut yang mempunyai makna: 
  • Angka 17 melambangkan hikmah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
  • Tugu Api berarti api tak kunjung padam, semangat kemerdekaan dan membangun.
  • Pilar yang berjumlah 17 berarti senjata untuk berperang.
  • Segi Lima Bentuk Tugu melambangkan Pancasila mengandung makna Ketuhanan Yang Maha Esa.

Ngomongin tentang arti namanya udah, sejarah singkatnya udah, sekarang kita bahas keindahannya.

Objek wisata di kota Palangka Raya begitu unik dan masih asri. Kenapa saya dapat berkata demikian, karena saya sudah 18 tahun hidup dan tinggal di Kota Palangka Raya ini. Gak percaya? Berikut gambar-gambarnya.


1. JEMBATAN KAHAYAN

http://ristiyono.files.wordpress.com/2010/10/kahayan-bridge-at-night.jpg
Jembatan Kahayan di malam hari (1)
http://static.panoramio.com/photos/large/49390835.jpg
Jembatan Kahayan tampak di atas (2)


2. WISATA SUSUR SUNGAI KAHAYAN

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3xL-H9y3n8TgIU3sMBNNtlzlnjJFeek4f8029kG91kytt8HNWQpBtVIl48ZJo0i3cY6dn5-TQQn2z7OOyQvfchnTGNbLZRfpMPVeX1hqqHbFuQV2t3TFj_mMgO1ZL93M5LLJCNlqISSA/s1600/Wisata+susur+sungai+palangkaraya+...jpg
http://centralborneo.net/palangkaraya/wp-content/uploads/2012/08/Susur_Sungai.jpg


3. TAMAN KOTA PALANGKA RAYA

http://www.webwisatabeta.com/betabetut/WebPanduWisata/gambar/mainpic/304145taman-pemuda.jpg
TAMAN KOTA PALANGKA RAYA (1)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkhqYCWNXYEqQ9wQHDN9ovFmqtOS8_hGkAy7MbywnDaBk_sPPu1gqsWo9IK67G9pPVB_ldlgQynBW3nZLKXH2JhUY3bmx_iMY1wjatM60kp6yU3n5aftd0CO4ij9Uk09Dqz180KIEoWDs/s1600/Foto0786.jpg
TAMAN KOTA PALANGKA RAYA (2)
http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2013/01/1358606373980687178.jpg
TAMAN KOTA PALANGKA RAYA (3)


4. TUGU PROKLAMASI PALANGKA RAYA KALIMANTAN TENGAH
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/c0/Tugu_Sukarno_Palangkaraya.jpg
TUGU PROKLAMASI PALANGKA RAYA (1)
http://budaya-indonesia.org/f/4041/quicchote_IMG_0981.JPG
TUGU PROKLAMASI PALANGKA RAYA (2)

Di bagian belakang Tugu Proklamasi ini terdapat Pelabuhan yang juga dijadikan objek wisata dan juga terdapat tempat duduk untuk bersantai dan menikmati indahnya Jembatan Kahayan.


5. BUNDARAN BESAR PALANGKA RAYA KALIMANTAN TENGAH
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEip42tNo-crMjgGDpZvoxNN71HFUkMrzVBnNjmvexKDVewMDz-sh5vOb_5sk8Jj2O5zaQMdMHRUEaYaidn8OwooLvQoGv7MyuOTkcetHerg-qP-2ERGJKK1sNa444GMbbnfRt6xdRUZ_BsF/s1600/bundaran+besar+palangka+raya.jpg
BUNDARAN BESAR PALANGKA RAYA (1)
http://centralborneo.net/palangkaraya/wp-content/gallery/bundaran-besar/45134004.jpg
BUNDARAN BESAR PALANGKA RAYA (2)

http://oi43.tinypic.com/a14pr4.jpghttp://kalteng.tribunnews.com/foto/berita/2011/7/20/2007-faturahmnan-Cerahnya_udara_Kota_Cantik_Palangkaraya,_karena_dalam_sepekan_ini_hujan_selalu_mengguyur_Ibukota_Kalimantan_T.jpg
Setiap hari Minggu pagi sekitar Bundaran Besar ini dipadati oleh masyarakat Kota Palangka Raya untuk berolahraga dan bersantai melepas lelah dan penat dari kegiatan sehari-hari seperti gambar diatas
.


6. WISATA KULINER YOS SUDARSO

http://kalteng.tribunnews.com/foto/berita/2011/10/10/1010-faturahman-Wisata_Kuliner_Yos_Soedarso_Palangkaraya.JPG
WISATA KULINER YOS SUDARSO (1)
http://hilsya.files.wordpress.com/2011/07/yos-sudarso.jpg
WISATA KULINER YOS SUDARSO (2)
Wisata kuliner di Yos Sudarso ini hanya buka pada malam saja. Tempat ini dekat dengan Bundaran Besar palangka Raya. Harga makanan dan minuman yang dijual ditempat ini sangat terjangkau oleh kantong. Tempat ini juga selalu ramai setiap Sabtu malam.



BUKIT TANGKILING
http://images.detik.com/content/2010/12/09/1025/detik_IMG_1853.JPG


http://img.menit.tv/agustus/images/TRAVEL/tangkiling.jpg
BUKIT TANGKILING (2)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEvb-_-4pGOYj7r7TB8ZngqF7TErdREH35y7BCKI7jEIDgwUYCwZ8mbJxlpkwtRkHhBWGLZ6-YWwUhmdWOfWMWzekILoY0qJqgKV0TcpRA8Q5H-ftvThACEZapYFHk7zfU44cF6N8A9tDU/s1600/Bukit+Tangkiling.JPG
BUKIT TANGKILING PALANGKARAYA KALIMANTAN TENGAH (3)


NYARU MENTENG (TEMPAT REHABILITASI ORANGUTAN )
http://orangutan.or.id/wp-content/uploads/2013/11/Kandidat.jpg

http://photophilanthropy.org/slideshow/gallery/album/large/Orangutan10.jpg


http://www.orangutan.org.au/images/projects/NyaruMentang3_New.jpg




KAMPUNG LAUK PALANGKA RAYA KALIMANTAN TENGAH (TEMPAT KULINER )

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBuTNmFlnaiZ5CQIwnHxPt_1XS6owdCHcarswKCde6T0uRg89qYJrsODby66PRUs-MtVmH9KFWxKV7xcf56Lv4mBlR62lTQEe4bslghmQVLYKSpKj6JspXgjbGzryM7R_qbXlkIMgtzD6R/s1600/1028448294ff4a94832e3f622097e8114e6f1f52.jpg

http://static.panoramio.com/photos/large/41687522.jpg


http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/04/24/4267283p.jpg



KOLAM RENANG ISEN MULANG 
http://cuenk86.files.wordpress.com/2010/04/kolamrenang1.jpg


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCZHfGpQkmAsTUI11xZkyxIWL6W5wzOs9Ek7jhgKqor8jM6F9T9v7XcUYtrs3uCc5uC4DPjM9ysUstUySg2X3lIsqqe0LuIxdnoO5pge-fuE_itKAh87s_Ptxb5YwwuIMh2qVQ2dKYdyuf/s1600/IMG_20130921_160320.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQG4qUd8FNbxeUkVq5cdQVfgvL0ZxXaEiIa25awTpR4upIG0qoLJT5Ai7QegR82TdNZHoR3yUmUIc1NZ94T1bAAjvFr2MkIcOLUxq96HNkr6PyZh1vqGssV39MhMB4HqtpQIxGPK46iMWK/s1600/IMG_20130921_162838.jpg


http://cuenk86.files.wordpress.com/2010/04/kolamrenang22.jpg
Sebenarnya kolam renang di Kota Palangka Raya ada banyak, namun saya memilih Kolam Renang Isenmulang karena saya setiap bulan selalu kesana. Hehe .... Usaha meninggikan badan dengan berenang. :-)



KALAWA WATERPARK (WATER BOOM)

http://oi48.tinypic.com/nmd8yc.jpg
http://www.portalpalangkaraya.com/wp-content/uploads/2012/11/KALAWA-WATER-PARK-300x199.jpg

http://static.wixstatic.com/media/821035_bc6a3b13ebd6fe0c15d8cb6551abe8fd.jpg_srz_404_269_85_22_0.50_1.20_0.00_jpg_srz




Mungkin cukup sekian posting dari saya. Sebenarnya masih banyak lagi tempat wisata yang lain yang masih belum saya posting disini. Jika Anda penasaran langsung datang aja ke Palangka Raya ya :-)



Foto saya di beberapa tempat wisata yang saya sebutkan di atas
.

DIBAWAH JEMBATAN KAHAYAN
https://fbcdn-sphotos-e-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn2/t1/p180x540/1794613_604117309660913_1415408814_n.jpg

https://fbcdn-sphotos-g-a.akamaihd.net/hphotos-ak-frc1/t1/p180x540/1620582_604118159660828_725666024_n.jpg


DI SEKITAR BUNDARAN BESAR SAAT JOGING PAGI
https://fbcdn-sphotos-b-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/t1.0-9/q83/s720x720/10007533_620094191396558_305863556_n.jpg


DI TUGU
https://fbcdn-sphotos-h-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn2/t1/q73/s720x720/1970459_620096278063016_2983115_n.jpg




DI PELABUHAN
https://fbcdn-sphotos-h-a.akamaihd.net/hphotos-ak-frc3/t1/q80/s720x720/10003989_620098004729510_2135292210_n.jpg


DI TAMAN KOTA

https://fbcdn-sphotos-a-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash2/t31/p180x540/326601_196357427103572_567964586_o.jpg

https://fbcdn-sphotos-c-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash2/t31/p180x540/326601_196357423770239_1898576479_o.jpg


-Award-

Jumat, 15 Agustus 2014

Fakta Unik Kota Palangka Raya

Ada yang tau Palangka Raya?

Bagi yang nggak tau,

Palangka Raya itu...

Ah, kalo gua kasih tau sekarang, jadi nggak rame dong. Baca aja deh sampe habis, biar lo kenal lebih jauh dengan Palangka Raya.

Cek Dis Aut...
Sumber Gambar : gugel | Jembatan Kahayan, Palangka Raya pada malam hari

1. Kota Burung
Siapa sangka Ibu Kota Kalimantan Tengah ini punya ikon burung... Itu tuh, yang badannya item dan paruhnya kuning. Jangan ngeres ya, bukan burung yang itu kok #IYKWIM. Kalau lo nggak tau, nih...

itu burungnya. Saking ikonnya, komunitas Stand Up aja make ikon burung ini. Jangan #SalahFokus
2. Pernah Nggak Ada di Gugel Mep

Siapa sangka, ternyata menjadi "Ibu Kota" itu nggak selalu membuat terkenal kota tersebut, buktinya Palangka Raya tetep aja nggak dikenal oleh banyak orang. Gue pernah nemuin Palangka Raya itu nggak ada tercantum dalam gugel mep. Yang ada malah Kabupaten Sampit. Iya, Sampit itu Kabupaten. Tapi yang terpampang besar malah Nama Sampit yang dikotakin. Seolah Sampit merupakan Ibu Kota. Bukannya gue nggak suka Sampit lebih dikenal orang luar. Cuman, ya, berarti Kalimantan Tengah nggak terlalu dikepoin orang-orang.

3. Kota Pentol dan Bakso Enak
Jujur, menurut pengakuan temen-temen perantau gue yang lain. Di kota-kota besar di Jawa. Mereka nggak pernah nemuin yang namanya Paman PKL "Pentol Keliling". Dan kalo lo mau pemandangan yang kek gitu, lo bisa nikmatin pemandangan seperti itu di Palangka Raya. Dan sekedar info, penjual pentol dan bakso disini kebanyakan orang luar Palangka Raya, kebanyakan sih orang Jawa Tengah. Btw, gue belum pernah nemuin Bakso yang enak kek di Palangka Raya. Kalo lo nggak percaya, coba aja ke Palangka Raya.

4. Mempunyai Jalan Terpanjang di Dunia
Palangka Raya cukup dikenal sebagai kota yang mempunyai Jalan Terpanjang di Dunia. Ya, jalan itu adalah Jalan Tjilik Riwut (Cilik Riwut). Panjang jalan itu adalah dari Bundaran Besar Kota Palangka Raya - Kabupaten Sampit, ukuran pastinya gue belum ngukur. Buat yang penasaran, silahkan ukur sendiri ya.

5. Pernah Direncanakan Menjadi Ibu Kota Indonesia
Presiden Indonesia pertama, Bapak Ir. Soekarno pernah mengunjungi Palangka Raya, dan menaruh + menandatangani peletakan batu pertama pembangunan Kota Palangka Raya sebagai awal pembangunan Provinsi Kalimantan Tengah. Menurut cerita, Pak Soekarno pernah berangan-angan menjadikan Kota Cantik Palangka Raya ini sebagai Ibu Kota Negara Indonesia. Selidik demi selidik Pak Soekarno pernah mengatakan "Palangka Raya merupakan Kota yang Strategis untuk menjadi Ibu Kota Indonesia". Siapa sangka, bukan?

6. Kota Panas
Palangka Raya panas. Suer. Kalo nggak percaya coba aja ukur suhu normal di Palangka Raya. Itu biasanya mencapai 32 derajat. Dan, karena lahannya gambut, dan masih banyak pasir bertebaran dimana mana. Ya, jadinya kerasa banget panasnya. Apalagi kalau pas mau hujan, gerahnya minta ampun. Kalau mau ke Palangka Raya dan tinggal disana, siapin kipas angin, kalo perlu AC.

7. Hampir Semua Jalan kayak Jalan Tol
Tau jalan tol kan? Nah, hampir semua jalan di Palangka Raya itu kek jalan tol, bedanya tolnya ada motor. Nah, di Palangka Raya, gue sendiri minimal kalo make motor itu 40 km/jam lebih dan maksimal 80 km/jam lebih. Dan itu didalam kota. Karena kendaraan bermotor nggak terlalu padat seperti di kota-kota besar lainnya, Palangka Raya itu hampir nggak pernah macet. Kecuali kalau ada demo di jalan raya yang sering dilewatin. Btw, di Palangka Raya ini banyak banget bensin eceran. Dan kalo mau ke SPBU. Menjelang BBM naik, pasti SPBU penuh, dan antrean itu pernah hampir 2km lebih, antrian mobil tentunya.Tapi, antrean motor juga nggak kalah rame.
Mau tau lebih lanjut tentang Palangka Raya? Yuk search di gugel dan KEPOIN PALANGKA RAYA
Home »  ,  » Peduli Kesehatan Lingkungan Sejak Dini

Peduli Kesehatan Lingkungan Sejak Dini

Written By sigerus on Kamis, 28 Februari 2013 | 28.2.13

PALANGKA RAYA-Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) tak henti-hentinya mengkampanyekan Gerakan Indonesia Bersih Asri Indah (Berseri). Kali ini, Palangka Raya yang merupakan ibu kota Provinsi Kalteng yang menjadi salah satu daerah yang dituju. Kita terus memotivasi dan memberikan dorongan kepada masyarakat agar semakin peduli dalam menyehatkan lingkungannya terutama di lingkungan sekolah, agar kepedulian terhadap kesehatan lingkungan itu bisa dimulai sejak dini, kata pimpinan rombongan Ratna Djoko Suyanto yang merupakan istri dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolkam) Djoko Suyanto kepada sejumlah wartawan usai silaturahmi di SLBN 1 Palangka Raya, Selasa (26/2) siang. Gerakan Indonesia Berseri tersebut, lanjutnya, dilakukan melalui berbagai upaya bersama dan tindakan nyata dengan sasaran lokasinya mencakup seluruh fasilitas publik, sarana pendidikan, sarana kesehatan, sarana instansi milik pemerintah, sarana infrastruktur, sarana milik swasta dan masyarakat yang harus bersih, dengan lingkungan yang bersih tanpa sampah dan kotoran. Jadi prinsipnya harus asri dengan alam hijau yang teduh dan lestari, harus indah dengan ruang publik yang terpelihara dan harus sehat dan nyaman dengan lingkungan yang segar dan tanpa polusi,ucapnya. Ditambahkannya, salah satu program SIKIB yang mendukung Gerakan Indonesia Berseri tersebut adalah Jambore Sanitasi yang rencananya akan dilaksanakan Juni nanti. Untuk itu diharapkan seluruh daerah termasuk Kalteng dapat melakukan seleksi Duta Sanitasi di daerahnya masing-masing untuk dikirim juaranya ke Jambore Sanitasi di Jakarta nanti. Di tempat yang sama, para Duta Sanitasi Kalteng menuturkan, keberadaan sampah saat ini menjadi permasalahan tersendiri di Kalteng. Mulai dari berbagai macam penyakit dapat ditimbulkan oleh sampah yang tidak dikelola dengan baik. Selain itu, sampah yang tidak terkelola ini dapat menimbulkan berbagai masalah lingkungan, seperti banjir. Kami berharap kebersihan itu bisa dimulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekolah, yakni dengan cara 3R, yaitu Reduce (pengurangan), Reuse (penggunaan kembali), dan Recycle (daur ulang). Dengan langkah ini sampah akan dapat berkurang, tutur Sanas yang diamini para Duta Sanitasi Kalteng lainnya.

Sumber : http://www.kaltengpos.web.id/?menu=detail_atas&idm=14119
Share this article :

FESTIVAL PK DAN PLK 2011 Prov. Kalimantan Tengah


Festival PK dan PLK tingkat Provinsi Kalimantan Tengah sebentar lagi akan dilaksanakan. Kreativitas siswa berkebutuhan khusus akan di perlihatkan pada ajang bergengsi ini. Festival ini rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 30 mei – 1 juni 2011 di kota Palangka Raya, bertepat di Asrama Haji (dalam perencanaan). 
Read more "FESTIVAL PK DAN PLK 2011 Prov. Kalimantan Tengah..."

Tunjangan Guru SLB

Mulai tahun ini, Pemprov Kalteng memberikan tunjangan insentif khusus bagi guru sekolah luar biasa (SLB), baik berstatus pegawai negeri sipil (PNS) maupun tenaga honorer. 
 
Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Guntur Talajan mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalteng melalui Dinas Pendidikan akan membantu para guru SLB dengan tunjangan insentif mulai tahun 2011.
Read more "Tunjangan Guru SLB..."

TKLB Palangka Raya Diresmikan

Akhirnya, Taman Kanak-kanak Luar Biasa (TKLB) berdiri di Palangka Raya. Sekolah yang menampung anak berkebutuhan khusus itu diresmikan Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Guntur Talajan bersamaan hari ulang tahun (HUT) ke-21 Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN)-1 Palangka Raya,
Read more "TKLB Palangka Raya Diresmikan..."

MINGGU, 08 MEI 2011

PERESMIAN TKLB di SLBN-1 PALANGKA RAYA

Akhirnya TKLB (Taman Kanak-kanak Luar Biasa) telah diresmikan di SLBN-1 Palangka Raya, peresmian dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Bpk. Guntur Talajan sekaligus meresmikan TKLB. Acara peresmian TKLB dimeriahkan oleh paduan suara anak berkebutuhan khusus, yang menariknya dari paduan suara ini adalah perpaduan antara anak tuna grahita (C) dengan Anak tuna rungu (B). Saat membawakan lagu, anak-anak tuna rungu (B) menyanyikan dengan isyarat (SIBI) dipandu oleh seorang guru.
Read more "PERESMIAN TKLB di SLBN-1 PALANGKA RAYA..."

JUMAT, 06 MEI 2011

SEKOLAH KU

Ini tulisan petama ku.... hmmm memang agak susah menulis dengan segudang kegiatan yang tak habis-habis.. tapi ku usahakan untuk menulis di blog baru ini.

Ini semua tentang sekolah tempat aku mengajar yaitu di SLBN 1 Palangka Raya. Sekolah ini diperuntukkan untuk anak yang berkebutuhan khusus, disamping itu sekolah ini juga menampung siswa inklusif. terkadang kegiatan di sekolah ini sangat banyak, selain bersosialisasi dengan siswa dan mengajar di kelas, kita pun wajib menjadi teman bagi mereka. Namun ini lah tantangan yang harus dihadapi di sekolah ini, semua harus dijalani dengan ikhlas tanpa pamrih. semua untuk kemajuan mereka, karena mereka lah para penerus bangsa yang TERLUPAKAN..
Read more "SEKOLAH KU..."